Flaming Arrow Glitter Purple
Semoga Kita selalu di Jalan yang Benar

Kamis, 16 April 2015

HALUSINASI



A.    PENGERTIAN 
             Halusinasi adalah tanggapan (persepsi) panca indera tanpa rangsang dari luar diri (external).  Halusinasi  dapat berupa halusinasi dengar, lihat, hidu (cium), raba dan kecap.  (Keliat, 1998 : 5).
             Halusinasi suatu pengalaman sensorik tanpa dasar yang mencukupi dalam  rangsangan  luar, namun demikian pasien  menentukan letak asalnya di
luar dirinya sendiri.  ( Left, 1995 : 68 ).
             Halusinasi akustik (pendengaran) sering berbentuk akoasma, suara-suara yang kacau balau yang tidak dapat dibedakan secara tegas dan phonema, suara-suara yang terbentuk suara yang jelas seperti yang berasal dari manusia, hewan atau mesin. (RSJP Banjarmasin, 2001 : 3).                                            
             Jadi dapat disimpulkan bahwa halusinasi adalah persepsi terhadap rangsang dari luar yang tidak nyata dan meskipun rangsangan tidak ada, pasien seolah-olah merasakan dalam keadaan sadar.  Menurut H. G. Morgan dan M. H. Morgan (1991: 42), bentuk halusinasi auditorik/pendengaran yang paling banyak yaitu 95 % dimana halusinasi pendengaran adalah mendengar suara-suara dan bunyi tanpa stimulus nyata dan orang lain.

STROKE



A. PENGERTIAN
Stroke adalah kondisi dimana terjadi gangguan neurologi baik lokal maupun yang terjadi secara mendadak akibat perdarahan subdural. Menurut WHO stroke adalah gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak atau akut dengan tanda klinis lokal yang berlangsung kurang lebih 24 jam.
Penyakit ini dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh gangguan perdarahan subarachnoid (kematian jaringan otak), tidak termasuk disini gangguan perdarahan spinal misalnya faktor-faktor sosiologis, tumor, infeksi (WHO, 1989)
Stroke merupakan gangguan fungsi syaraf otak yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah dimana terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara tepat dan (dalam beberapa jam) timbul gangguan.
Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya penyebab stroke dan muncul setelah terjadi komplikasi pada ginjal, mata, otak, dan jantung (Mansjoer, 1982)

B. TANDA DAN GEJALA
Menurut Agus Demage 1992, gangguan yang paling sering dijumpai penderita umumnya dikelompokkan atas empat macam, yaitu:
1.      Adalah gangguan fungsi sensorik yang dapat berupa hipianekheria dan anasthesia, gangguan pernafasan dan gangguan rasa lidah.
2.      Doskenesia adalah gangguan fungsi motorik dapat berupa hemiplegia, paralisme (kehilangan total dari kekuatan motoriknya)
3.      By Pario adalah gangguan berbicara yang menyebabkan gangguan komunikasi.
4.      By Mentia adalah gangguan mental dengan manifestasi sebagai neurologis, psikologis dan reaksi depresi.

PNEUMONIA



A.     PENGERTIAN
Pneumonia adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing. Atau pneumonia adalah suatu peradangan alveoli atau pada perenchim paru yang terjadi pada anak.
Bronkhopneumonia adalah pneumonia yang terjadi pada lobulus paru yang disebut juga Pneumonia Lobularis.

B.     ETIOLOGI
1.      Virus
2.      Bakteri
3.      Mycoplasma
4.      Aspirasi benda asing, dan lain-lain.

ANGINA PECTORIS



I.     PENGERTIAN
          Angina Pectoris adalah suatu sindrom klinis berupa serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa di dada yang sering kali menjalar ke lengan kiri.  Hal ini biasa timbul pada saat pasien melakukan aktivitas dan segera hilang saat aktivitas dihentikan (Ilmu Penyakit Dalam Syaifoellah).
          Angina Pectoris adalah sindrom yang ditandai dengan nyeri paroksimal di dada bagian anterior.  Nyeri ini diakibatkan oleh kurangnya aliran darah koroner yang berakibat hipoksia miokard.  Nyeri ini sangat bervariasi secara khas diawali dari prekardium dan sternum bagian atas menjalar kebahu kiri dan dapat terus menurun ke aspek dalam lengan menuju jari-jari.  Selain nyeri.  Pasien menderita ketakutan dan perasaan akan meninggal (Farmakologi untuk Keperawatan dr. San Tambayong).
          Pengertian lain Angina Pectoris adalah sydroma klinik yang disebabkan oleh gangguan serius keseimbangan antara suplai dan         kebutuhan O2.  Iskemia sementara terjadi ketika kebutuhan O2                 miokardium melebihi kapasitas karena penyakit / penyempitan arteri yang membawa O2.
          Faktor predisposisi termasuk obesitas, hiperkolesterolemia, aritmia, hipertensi, anemia, dan hiper tiroidisme, serangan akut dapat dipicu oleh stress emosional, biakan banyak, usaha mendadak, atau kedinginan.
          Angina Pectoris biasanya berkaitan dengan penyakit jantung koroner oterosklerotik, tapi dalam beberapa kasus dapat merupakan kelanjutan               dari itenosis oarta berat, insufisiensi atau hipertropi kardointepati tanpa / disertai abestruksi, oortitis sifilitika.  Peningkatan kebutuhan metabolik (seperti hipertiroidisme atau pasca pengobatan tiroid), anemia yang                      jelas tokikardi paroksismal dengan frekuensi vertikular cepat kembali atau spasme koroner.

LAPORAN PENDAHULUAN CHF



1.      Pengertian.
CHF adalah gagal jantung kongestif yaitu kegagalan jantung bekerja secara normal sehingga timbul gejala-gejala dan tanda-tanda akibat kelainan pada jantung tersebut baik kelainan ini  pada katup dan otot jantung.
Menurut Brgunworld gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologi adanya kelainan fungsi jantung berakibat jantung gagal memompakan darah memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atas kemampuannya ada disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri.
Menurut Parker gagal jantung kongestif merupakan suatu syndrom klinis yang rumit yang ditandahi dengan adanya donormalitas fungsi ventrikel kiri dan kelainan reguler neatohormonal disertai dengan intoleransi kemampuan kerja fisik (iffort intoleransi)

2.      Etiologi.
1)      Infeksi pada paru-paru.
2)      Demam / febris.
3)      Anemia ( akut dan menahun )
4)      Tidak teratur minum obat seperti diuretik dan digitalis atau tidak diet DG.
5)      Beban cairan yang berlebihan ( pemberian pengobatan dengan infus )
6)      Terjadinya infark jantung yang berulang
7)      Hipertensi uncontrol
8)      Stress emosional
9)      Keadaan-keadaan hight out put.
10)  Melakukan pekerjaan berat apalagi mendadak ( latihan naik tangga )